Sering Disepelekan, Inilah 4 Dampak Jangka Panjang Anemia pada Remaja

Saat ini kita sudah mengetahui ketidaksamaan di antara anemia dan penekanan darah rendah. Ada beberapa pemicu anemia, tapi, yang umum terjadi ialah sebab minimnya zat besi pada tubuh. Kamu sudah mengetahui jika remaja, terutamanya remaja putri yang telah alami menstruasi, adalah barisan umur yang rawan sekali terserang anemia.

Sesungguhnya, anemia karena kekurangan zat besi itu dapat dihindari, kok. Sayang, sedikit yang memandang anemia sebagai masalah kesehatan serius yang perlu diatasi, apa lagi untuk remaja. Kemungkinan banyak pula orangtua yang memikir jika “Ah, kelak pulih sendiri jika sudah gede”. Walau sebenarnya, jika didiamkan terus menerus, anemia pada remaja ini dapat bawa dampak periode panjang , lho. Beberapa imbas anemia ini harus sekali kamu lihat.

Kamu tentu sudah mengetahui ‘kan jika badan kita punyai mekanisme imun yang pekerjaannya melawan virus dan kuman penyakit? Nah, riset memperlihatkan jika zat besi benar-benar punya pengaruh dalam proses pembangunan mekanisme imun badan kita. Minimnya zat besi, akan punya pengaruh pada kekuatan pembiakan beberapa sel imun, terutamanya limfosit. Karena itu, kekurangan zat besi akan membuat performa mekanisme imun dalam badanmu jadi kurang maksimal. Mengakibatkan, ketahanan badanmu jadi rendah dan rawan terserang infeksi.

Kecuali punya pengaruh pada ketahanan dan kesehatan badan, anemia mengusik proses kognisi, lho. Soalnya, anemia dapat turunkan daya fokus. Menurut publisitas WHO yakni Nutritional Anaemias: Tools for Effective Prevention and Control, minimnya zat besi ini dapat mengubah pada susunan dan peranan otak. Ini dapat berpengaruh pada daya fokus yang jelek, dan kekuatan kognisi dan perubahan psikomotor yang kurang. Itu mengapa remaja dengan anemia umumnya mempunyai kesusahan belajar.

Kita memerlukan energi untuk melakukan aktivitas. Sedang untuk hasilkan energi, badan kita membutuhkan konsumsi oksigen pada proses metabolisme. Nah, sebab kekurangan hemoglobin, beberapa sel badan tidak dapat memperoleh konsumsi oksigen yang cukup. Mengakibatkan, energi yang dibuat juga tidak optimal. Itu mengapa anemia membuat kamu mudah kurang kuat. Jika sudah demikian, kamu jadi tidak punyai energi untuk beraktivitas setiap hari, apa lagi olahraga untuk jaga kesehatan. Walau sebenarnya olahraga itu penting, kan?