Mengenal Buyer’s Remorse yang Sering Muncul Habis Belanja. Ada Tips Khusus dan Cara Menghindarinya~

Hayo ngaku siapakah yang belakangan ini lagi pantengin basis e-commerce untuk cari potongan harga? Ditambah lagi pada saat Hari Berbelanja Nasional atau Harbolnas yang jatuh pada tanggal 12 Desember tempo hari, beberapa orang dapat sepanjang hari penuh mengincar potongan harga berbelanja online. Di periode wabah yang mewajibkan kita untuk di dalam rumah dan lakukan semua lewat daring, rupanya membuat semakin banyak orang kalap berbelanja.

Meskipun potongan harga memang rasanya sayang sekali ya jika dilewati, tetapi banyak pula orang yang pada akhirnya langsung menyesal demikian usai berbelanja. Kamu juga tentu pernah kan alami hati yang terkenal sebagai buyer’s remorse atau penyesalan konsumen ini? Peristiwa ini rupanya banyak ditelaah lo~

Apa kamu terhitung orang yang kerap berasa kerap menyesal sesudah beli barang? Jika iya, kamu kemungkinan terjerat dalam babak yang disebutkan buyer’s remorse. Diambil dari situs Who What Wear Art Markman, Ph.D. profesor psikologi dan marketing di. University of Texas, AS, memiliki pendapat jika buyer’s remorse ini dapat terjadi dengan mengikutsertakan dua emosi.

Yang pertama avoidance motivational sistem (menghindari) untuk menghindari beberapa hal jelek yang kemungkinan terjadi di. Sseputar, contoh kamu telah begitu jemu dengan aktivitas yang serupa berkali-kali. Emosi yang ke-2 ialah approach sistem (pendekatan) dengan memusatkan diri pada beberapa hal yang kamu gemari, terhitung berbelanja.

Kombinasi dari 2 emosi itu sering jadi justifikasi saat kamu hadapi dengan serangan potongan harga. Walau diawali dengan arah terang seperti cari sepatu baru sebab. Ssepatu lama telah hancur, kamu akan gampang tergoda dan memilih untuk beli barang lain dengan argumen “Tidak apa-apa kok kembali potongan harga ini.”

Perjalanan cari dan mendapati potongan harga ini sanggup meningkatkan mood-mu dan memberikan kebahagiaan sebentar. Tetapi saat kamu menyaksikan beberapa angka bill, rasa penyesalan tentu akan tiba.

Dikutip dari Klikdokter.com psikiater Ikhsan menjelaskan untuk mengenali dahulu kurang lebih apa pemicunya jadi stimulanif. Misalkan apa kamu berasa kuatir dengan kondisi, berasa jemu, lari dari fakta atau perlu selingan? Jika sudah tahu argumennya karena itu kamu pikirkan. Sjalan keluar terbaik, seperti jika kamu perlu selingan, kamu dapat pilih untuk ke luar, ke satu tempat sejuk atau mempunyai angin segar. Dari sisi ongkos yang dikeluarkan tidak kebanyakan kamu jadi tidak terdiam untuk selalu belanja.