Harapan Publik Terkabul, Pemerintah Gratiskan

Vaksin

Covid-19 bagi Seluruh Masyarakat Indonesia!

Berita gembira di akhir tahun, Presiden Joko Widodo pada akhirnya umumkan jika vaksin corona akan diberi gratis ke semua warga Indonesia. Peraturan ini dikatakan langsung oleh presiden dengan alasan yang masak sesudah terima banyak masukan dari warga dan hitung ulangi bujet negara.

“Sesudah lakukan hitung ulangi, penghitungan yang berkenaan keuangan negara, bisa saya berikan vaksin COVID-19 untuk warga ialah gratis. Satu kali lagi gratis, tidak dikenai ongkos benar-benar,” tutur Presiden ketujuh RI ini lewat account sah Sekretariat Presiden, Rabu (16/12).

“Saya memberikan instruksi dan memerintah Menkeu untuk mengutamakan dan merealokasi dari bujet lain dari tersedianya vaksinasi gratis ini, Hingga tidak ada argumen untuk warga tidak memperoleh vaksin,” tutur Jokowi seperti diambil dari situs sosial media resminya.

Awalnya masalah ini jadi pembicaraan yang hangat dalam masyarakat sesudah vaksin sinovac datang pertama kalinya di Tanah Air di awal Desember yang diprediksi harga per jumlahnya capai Rp200.000. Banyak yang mengharap ke pemerintahan untuk menggratiskan vaksin itu menyaksikan beberapa negara seperti Bahrain, Arab Saudi, Mesir, Maroko, Jepang, Perancis, Portugal sampai Belgia telah lebih dulu memilih untuk memberikan vaksin Covid-19 dengan gratis pada masyarakatnya. Peraturan ini termasuk baru sebab pemerintahan awalnya merencanakan membagi dua ide penyuntikan vaksin, yaitu dengan gratis dan berdikari.

Awalnya pada 7 Desember 2020, Direktorat Jenderal Penjagaan. Adan Pengaturan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan menyebutkan ada enam barisan warga sebagai. Atarget fokus vaksinasi Covid-16, salah satunya barisan garda paling depan yakni petugas klinis, kontak tracing, TNI/Polri, dan aparatur hukum. Ke-2 ada barisan agama/warga, piranti wilayah (kecamatan, dusun, RT/RW) dan beberapa barisan ekonomi. Ke-3 ; untuk barisan guru/tenaga pengajar, keempat; kelompok aparat pemerintahan (pusat, wilayah dan legislatif), kelima; peserta BPJS Yang menerima Kontribusi Pungutan (PBI) dan kelompok. Apaling akhir atau ke enam, yaitu warga dan aktor ekonomi yang lain.

Dalam peluang yang serupa, Presiden Jokowi umumkan jika dia bakal menjadi orang pertama yang dikasih vaksin Covid-19. “Saya pengin tekankan kembali, kelak saya yang bisa menjadi yang menerima pertama, divaksin pertama kalinya. Ini untuk memberi keyakinan serta kepercayaan. Ake warga jika vaksin yang dipakai aman,” katanya diambil dari account sah Sekretariat Presiden, Rabu (16/12).